Powered by Blogger.
RSS

Perahu Cinta

Belum sempat kita menepi di tujuan
Saat masih lelah kumendayung kehidupan
Membawamu… ke pulau impian
Tiba ombak menerjang coba pisahkan
Walau pelan kudayung perahu kita kesana
Meski letih dan tersengat mentari kau tak bertanya
Kau percaya… denganku katamu bahagia
Lalu badai mencoba hapuskan ingin bahagia
Kita tetap ada… berdua di atas perahu cinta
Meski terkadang lelah, tak terucap berpisah
Ombak pernah membuat lemah, badai membuat goyah
Tapi kesungguhan hati menggapai mimpi kuatkan kita

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pujangga

Ku tak akan pernah menjadi seorang pujangga, bermodalkan sebuah puisi cinta. Mengertilah, bahwa ku bukan seorang penyair puitis yang habiskan waktu dengan menuliskan segala inspirasi tentang cinta di selembar kertas seadanya, tak peduli lusuh atau baru.

Aku hanyalah seorang pria yang memiliki sebuah perasaan cinta pada seorang wanita. Inspirasi hadir dari sana. Aku bukanlah seorang pujangga sebab aku tak pernah menginginkan karya-karya. Hanya dirimu kini dan selamanya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Puisi Untuk Cinta

Aku takkan pernah mampu untuk berjanji
Menemani harimu hingga esok hari
Tapi jika kau terima, biarkan aku mencintaimu
Hari ini saja… dengan semua cinta yang kupunya

Aku bukanlah pengabulan dari doamu
di malam saat bintang jatuh
Tapi jika kau mau, aku dapat menjadi bintang
yang menerangi keindahanmu setiap malam

Aku takkan s’lalu bisa membahagiakan hati
Tak luput salah, mungkin ku juga menyakiti
Tapi jika kau ikhlas, cintaku takkan berbatas
Meski terkadang sakitimu, itu aku khilaf

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bahagia Milik Siapa?

Aku tak tahu, siapakah sebenarnya di dunia ini yang paling menginginkan kebahagiaan untuk dirasa. Seseorang itu sendiri ataukah orang lain ??? Sebagaimana tentang siapakah yang paling mengerti diri kita masing-masing, orang lain atau memang hanya diri kita sendiri ???

Aku mengerti, normalnya kehidupan takkan menjadikan orangtua sebagai penguasa masa depan seorang anak, tanpa sedikitpun berpikir yang terbaik untuknya. Orangtua selalu menginginkan kebahagiaan untuk anaknya, bukan sebaliknya. Lalu, pernahkah ada di dunia ini seseorang normal yang tidak menginginkan kebahagiaan untuk dirinya sendiri ???

Itu hanyalah seutas perasaan klise yang masih saja berkecamuk dalam benak yang terus beranjak dewasa. Tersirat sebuah dilema panjang saat akhirnya kupilih untuk mengungkapkannya. Semoga… kelak cinta benar-benar dapat dirasakan sebagai suatu perasaan bahagia tanpa dilema.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS